Home » , , , , , » BP2RM sebagai Model Pengembangan Cabang dan Ranting

BP2RM sebagai Model Pengembangan Cabang dan Ranting

BP2RM sebagai Model Pengembangan Cabang dan Ranting berbasis Ekonomi Syari’ah
(wakaf produktif) dan Kader








Pada tanggal 24 Desember 2011 dalam kegiatan Rakerwil  Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Saya diberi kesempatan oleh panitia untuk mempresentasikan makalah saya berjudul “ Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah  Abad Ke-2 berbasis ekonomi syari’ah  (wakaf produktif) dan kader AMM, serta BP2RM (Badan Pekerja Pengembangan  Ranting Muhammadiyah) sebagai Modelnya ”  panel  bersama Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, MA   Ketua LPCR PP Muhammadiyah. 
         Pada panel tersebut Dr.Phil Ahmad Norma Permata, memaknai bahwa setiap 100 tahun atau satu abad akan muncul seorang mujahid atau pembaharu adalah menurut beliau, tajdid mempunyai tingkat“ kadaluwarsa  “ setiap 100 tahun sekali. Maka kata beliau  setiap 100 tahun perlu diperbaharui, dan yang diperbaharuinya adalah pada           “ pola atau cara ” gerakannya. Hanya saja beliau tidak menjelaskannya lebih detail dan jelas mengenai maksud memperbaharui pola (cara) gerakan Muhammadiyah ke depan seperti apa,  yang berbeda dari sebelumnya ?   Pada dasarnya saya sangat sepaham, sepakat dan setuju sekali bahwa Muhammadiyah dalam memasuki usia abad ke-2 harus memperbaharui pola gerakannya.

Hanya saja kalau saya lebih senang memakai istilah “ menyempurnakan “ pola gerakannya sebab istilah tersebut lebih terkait fungsi dan tugas kita sebagai kader Muhammadiyah. Sebagai kader persyarikatan diminta atau tidak  diminta karena panggilan jiwanya dan sebagai tanggungjawab moralnya harus mampu memerankan dirinya sebagai “ pelopor, pelangsung dan penyempurna “ cita-cita, gerakan, program, kegiatan dan amal usaha Muhammadiyah. Baik  posisi kita  sebagai pimpinan di dalam  struktur persyarikatan ditingkat manapun atau bukan sebagai pimpinan, harus tetap memerankan tugas yang mulia tersebut.
         Gerakan Muhammadiyah selama satu abad ini di Indonesia secara umum yang sudah dan sedang berjalan, kalau diibarat seperti “ orang naik sepeda motor “ langsung masuk ke gigi tiga. Pada umumnya setiap ada ranting dan cabang yang baru berdiri biasanya langsung mendirikan amal usaha yang bersifat sosial seperti : sekolah, pondok pesantren, balai pengobatan, panti asuhan dan sebagainya. Setelah itu kelanjutannya dan perkembangannya dari amal usaha tersebut ada 3 (tiga) kemungkinan yaitu ; (1) maju sesuai yang diharapkan, (2) hidup tetapi stagnan sebab maju tidak bisa mati tidak mau dan (3) gulung tikar alias mati.
        Pola gerakan seperti diatas dalam era sekarang kalau kita amati dan lihat faktanya kita hanya bisa melahirkan amal usaha Muhammadiyah dalam hal “ kuantitas ” banyak sekali tetapi dalam hal “ kualitas ” sangat sedikit sekali. Karena amal usaha tersebut sarat dengan banyak kelemahan dan problem serta tidak mampu menyesuaikan perubahan zaman dan kalah bersaingan dengan para kompetitor di sekitarnya.
          Maka pola gerakan seperti ini kalau tetap di pertahankan dan di lakukan untuk tetap bertahan hidup saja sangat berat, apalagi kalau berharap supaya amal usaha Muhammadiyah supaya mandiri, maju dan unggul sepertinya hanya mimpi belaka. Saya khawatir perkembangan Muhammadiyah ke depan bukannya semakin baik dan membesar tetapi malah sebaliknya semakin tidak sehat dan mengecil.
          Untuk itu Muhammadiyah memasuki usianya abad ke-2 harus melakukan intropeksi diri dan evaluasi diri secara mendasar, menyeluruh dan harus sungguh-sungguh yaitu harus mampu “menyempurnakan pola gerakannya” kalau istilah sekarang namanya “merevitalisasi” sehingga ke depan supaya Muhammadiyah tetap eksis, berkembang, mandiri, maju dan unggul. Menyempurnakan pola gerakan Muhammadiyah  ke depan diharapkan sebagai ikhtiar yang sungguh-sungguh dan sistemik serta melibatkan semua komponen persyarikatan secara aktif, supaya amal usaha yang ada mampu menyesuaikan tuntutan zaman dan menang dalam bersaing dengan para kompetitor serta mampu berperan secara optimal sebagai rahmatallil’alamin khususnya di Indonesia.  


0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Jasa Online | Sedjoeta | Blogger
Copyright © 2013. Wakaf Produktif - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger