Home » , » Inilah Strategi Pengembangan Muhammadiyah

Inilah Strategi Pengembangan Muhammadiyah

Untuk merealisasikan dan mewujudkan cita-cita di atas, harus ada upaya sungguh-sungguh secara sadar dan terencana dengan melibatkan semua komponen persyarikatan serta dengan jangka waktu cukup lama minimal 20 (dua puluh) tahun yaitu sering kita kenal namanya “ pengembangan organisasi “  atau development organization.

Untuk itu melihat sangat pentingnya dan strategisnya program dan kegiatan yang bersifat pengembangan organisasi khususnya cabang dan ranting serta untuk penguatan kembali peran dan fungsi cabang dan ranting sebagai ujung tombak, ujung TOMBOK dan duta dakwah Muhammadiyah yang langsung bersentuhan dengan umat dan masyarakat (grass root). Maka mulai Muktamar ke-45 di Malang dan dilanjutkan Muktamar ke-46 di Yogyakarta dibentuklah lembaga baru yang menangani hal ini yaitu “ Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting “ yang disingkat LPCR.

LPCR Muhammadiyah berada pada tingkat pusat, wilayah dan daerah, sebagai lembaga paling baru dan termuda usianya dalam persyarikatan Muhammadiyah, hingga sampai saat ini belum banyak berbuat banyak dan sedang mencari bentuk-bentuk atau formula (strategi) yang tepat dan sesuai yang kebutuhan dan  permasalahan serta cita-cita persyarikatan kita dalam mengembangkan persyarikatan. Untuk itu kreatifitas dan sumbangsih serta peran proaktif dari siapapun dan darimanapun sangat dibutuhkan dan dihargai baik pemikiran, konsep, aksi nyata mengenai pengembangan organisasi sangat diapresiasi oleh lembaga ini.

Pengembangan organisasi adalah suatu proses normatif yang biasa dan harus dilakukan supaya organisasi tetap eksis dan mampu berprestasi optimum serta biasanya dalam organisasi bisnis dan modern melibatkan ahli prilaku (individu dan organisasi) sebagai konsultannya ( Untuk jelasnya baca makalah saya yang berjudul “ Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Abad Ke-2 dengan berbasis ekonomi (wakaf produktif) dan kader AMM “ yang dipresentasikan pada acara Rakerwil LPCR PWM Jateng di Tawangmangu pada tanggal 24 Desember 2011, beserta lampiran-lampirannya seperti ; Rentra BP2RM Longkeyang dan Kaliprau, Pedoman Merintis BP2RM dan Galeri Kegiatan Jaringan BP2RM Indonesia pada CD yang kami bagikan).

Pada intinya bahwa penguatan kembali (merevitalisasi) Cabang dan Ranting adalah agenda yang “ mendesak ” Muhammadiyah dalam memasuki abad ke-2. Supaya langkah pengembangan  berjalan sesuai yang diharapkan dan efektif maka kita sebagai pribadi yang diamanahi menjalankan LPCR Muhammadiyah sedapat mungkin harus mengetahui apa itu pengembangan organisasi walaupun sedikit. Dan sedapat mungkin strategi (formula atau metode) yang kita jalankan dan kembangkan baik di cabang dan ranting yang mampu menyentuh pengembangan sumber daya organisasi yang mendasar, menyeluruh dan subtansial dalam organisasi khususnya ormas keagamaan.

Salah satu unsur yang penting dan mendasar serta sering sangat  krusial dalam ormas keagamaan yang sangat sulit diadakan dan merupakan penyebabkan inti munculnya permasalahan, kelemahan dan ketidakmampuan organisasi dalam merealisasikan maksud dan tujuannya secara maksimal adalah tidak tersedianya  “ kader (generasi penerus) unggul yang jumlahnya cukup memenuhi kebutuhannya dan sumber pendanaan abadi yang lancar dan kuat yang dimilikinya“.

Maka apabila kita mampu menyediakan dan mengembangan dua sumber daya pokok dan  unggulan yaitu kader (SDM) dan pendanaan abadi, diharapkan dari keduanya dapat dijadikan faktor pengungkit untuk mengembangkan sumberdaya-sumberdaya lainnya yang lebih berkesinambungan yang dibutuhkan organisasi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Jasa Online | Sedjoeta | Blogger
Copyright © 2013. Wakaf Produktif - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger